(n).German

LAGU CINTA.

Dalam setiap budaya dan sepanjang setiap era, ungkapan-​ungkapan cinta telah ditulis, dibisikkan, & dinyanyikan. Cinta, ​baik yang ditulis dengan tinta di atas kertas atau diucapkan ​melalui melodi, menangkap esensi hati manusia dalam keadaan ​paling rentan dan agung. Mereka adalah bisikan intim antara ​kekasih, janji penuh gairah yang ditukar secara diam-diam, & ​kenangan lembut yang dihargai sepanjang hidup.


Melalui pertunjukkan kami yang bertajuk ‘Liebeslieder’, kami ​membawakan repertoar yang melintasi abad dan benua.

Masing-masing karya merupakan bukti unik dari berbagai ​bentuk dan wajah dari emosi yang kuat dan abadi ini.

Cinta.

Liebeslieder Walzer, gubahan Johannes Brahms, yang secara harfiah ​diterjemahkan sebagai "Lagu-lagu cinta berirama Waltz", adalah sebuah ​rangkaian berisikan 18 lagu untuk dibawakan oleh empat orang penyanyi ​solo bersuara Soprano, Alto, Tenor dan Bass dengan iringan dua piano, ​yang pada akhirnya menjadi piano empat tangan, dan dibawakan oleh ​ensembel vokal mulai dari yang kecil sampai berukuran besar. Karya ini ​pertama kali digelar pada tahun 1870 di Wina, Austria.


Syair lagu-lagu dalam karya ini disadur dari karya Georg Friedrich Daumer ​berjudul Polydora, kumpulan syair nyanyian rakyat berbahasa Jerman. ​Setiap sajak dalam rangkaian ini bercerita tentang ragam aspek serta emosi ​dalam percintaan.


Musik dalam karya Brahms ini terinspirasi dari sang guru, yaitu Robert ​Schumann. Sebelumnya, di tahun 1864 dan 1869, Brahms membantu ​menyunting beberapa karya piano Schumann dengan gaya ländler , tarian ​rakyat tradisional Austria, yang disebut sebagai cikal-bakal musik Waltz. ​Bahkan di lagu pertama rangkaian Liebeslieder, Brahms memberi catatan ​bahwa lagu tersebut dibawakan dalam Im Ländler -Tempo (dengan tempo ​Ländler).


Karya ini sempat mengalami beberapa kali perubahan dan penyesuaian, ​antara lain memperpendek beberapa lagu, sampai menulis musik orkestra ​sebagai iringan musiknya.


Namun, apapun bentuk penyesuaian yang dilakukan, karya ini menjadi ​sangat populer dan menjadi salah satu mahakarya Johannes Brahms serta ​mengukuhkan reputasinya sebagai komposer yang dihormati pada ​zamannya.

Heart line

Program

Johannes Brahms’ Liebeslieder Walzer Op. 52

1. Rede, Mädchen

2. Am Gesteine rauscht die Flut

3. O die Frauen

4. Wie des Abends schöne Röte

5. Die grüne Hopfenranke

6. Ein kleiner, hübscher Vogel

7. Wohl schön bewandt

8. Wenn so lind dein Auge mir

9. Am Donaustrande

10. O wie sanft die Quelle

11. Nein, es ist nicht auszukommen

12. Schlosser auf, und mache Schlösser

13. Vögelein durchrauscht die Luft

14. Sieh’, wie ist die Welle klar

15. Nachtigall, sie singt so schön

16. Ein dunkeler Schacht ist Liebe

17. Nicht wandle, mein Licht

18. Es bebet das Gesträuche

INTERMISSION

I Carry Your Heart

E.E Cummings / Eric Whitacre


It Was a Lover and His Lass

Shakespeare / John Rutter


How Do You Keep the Music Playing

Alan Bergman, Marilyn Bergman & Michael Legrand / Arr. Alexander L’estrange


It Might Be You

Alan Bergman, Marilyn Bergman & Dave Grusin / Arr. Cherly Susanti


If Ever I Would Leave You

Alan J. Lerner & Frederick Loewe / Arr. Kirby Shaw


I Wish You Love

Albert Beach & Charles Trenet / Arr. Roger Emerson


Besame Mucho

Consuelo Velazquez / Arr. Mikhail Serkov

Terra Voce merupakan paduan suara independen yang dibentuk pada tahun 2005 oleh beberapa ​penyanyi paduan suara dengan beragam latar belakang yang ingin mengembangkan kemampuan dan ​memperkaya musik Indonesia dengan menampilkan beragam repertoar paduan suara baik lagu-lagu ​sakra maupun sekuler karya komposer dari berbagai zaman.


Prestasi Terkini :

2018 “Gunther - Mitergradnegger - Preis” for Best Contemporary Song Interpretation

55th Internationalen Chorwettbewerb, Spittal an der Drau, Austria 2022

2022 2ndPlace (Category Mixed Choir)

The X International Jean Sibelius Choir Competition 2022, Finland

2023​ Bronze Medal (Mixed Voice Choir) and The Audience Award (Open Category)

The 38th Takarazuka International Chamber Chorus Contest 2023, Takarazuka, Japan


Kegiatan Terkini :

2019 Beloved, Goethe Haus, Jakarta

Choral Fest 2019, Gereja Bunda Hati Kudus, Jakarta

2022 Nativity, Gereja HKBP Sudirman, Jakarta

2023 Sacred Mosaic, Balai Resital Kertanegara, Jakarta

2024 Choral Fest 2024, Balai Resital Kertanegara, Jakarta

Terra Voce juga pernah bekerjasama dengan beberapa ahli musik & dirigen dalam maupun luar negeri, ​diantaranya; Budi Utomo Prabowo (Indonesia), Widya Kristianti (Indonesia), Eudenice V Palaruan ​(Filipina), Dr. Angela Yeung (USA) dan HA van Dop (Belanda).


Sejak akhir tahun 2018, Mirta Hartono menjadi pelatih dan conductor Terra Voce.

Mirta Hartono

Pianis

Heart line

Penyanyi

UCAPAN

TERIMA KASIH

Gereja Santa Theresia - Jakarta

Ibu Lanny Mulyono

Bpk. Leontinus Alpha Edison

Bpk. Hanny Sutanto

Bpk. Ho Budianto

Bpk. Albert Kasamara

Sdri. Nesca Alma

Sdr. Daniel Adipradhana

Sdr. Raden Aditia Perwiranegara


Semua pihak yang telah membantu

terselenggaranya konser ini.